
Tiba-tiba saya ingin bikin comic strip. Nggak papa ya
Kalau pesannya nggak kena, mohon maaf. Maklum baru pemula, belum seahli pak dokter hewan dan pak pakar ayam
20 Hari Adam Air
Januari 19, 2007 · & Komentar
Kategori: comicstrip

Tiba-tiba saya ingin bikin comic strip. Nggak papa ya
Kalau pesannya nggak kena, mohon maaf. Maklum baru pemula, belum seahli pak dokter hewan dan pak pakar ayam
Kategori: comicstrip
19 tanggapan so far ↓
Mimit // Januari 20, 2007 pada 12:09 am |
Itu yang pelupa Si Cacing ato Si Kentang?
Bisa jadi 2 cerita:
1. Si Cacing lupa sama nomer hp-nya dia sendiri.
atau
2. Si Cacing ngetes Kentang pelupa atau engga, dengan bertanya ke Kentang, nomer hp Si Cacing berapa.
Hehe.
dian mercury // Januari 20, 2007 pada 5:16 am |
kamu ingat tanggal lahirku, gak mon ?
Mbilung // Januari 20, 2007 pada 9:32 am |
yuhuuuu … selamat datang Mr. Potato Head. Komik stripnya tiap hari Sabtu?
Aku // Januari 20, 2007 pada 10:49 am |
Mon, kartunya kok bunder2, tapi lucu sih… lha iya sakjane pikun apa tuna rungu to.., wong korban lumpur masih susah, berteriak kok ga ada yg nyaut
luigi // Januari 20, 2007 pada 5:31 pm |
peran media juga berpengaruh untuk membawa ingatan masyarakat.. kalau sedikit-sedikit udah dialihkan dan ditutupi oleh berita lain atau hanya mengupas berita yang hanyabis abuat oplah naik.. gak herankalau masing2 individu bisa berubah jadi ignorant..
nah blog inilah yang bisa mengcounter berita mainstream agar masyarakat gak mudah jadi pelupa.. keepi it up!
Herman Saksono // Januari 20, 2007 pada 6:13 pm |
Mimit: Bisa dua-duanya. Itu seninya bikin dan baca comicstrip.
Dian: Tanggal lahir aku lupa mbak, tapi tahun kelahiran ingat. 1945 kan?
Mbilung: Strippernya setiap sabtu?
Aku: Bunder kan imut
Pikun apa tuna rungu… mungkin dua-duanya ya?
Luigi: Yap. Media tradisional yang attention span-nya terlalu pendek, perlu didobrak. Perlu Revolusi informasi?
luthfi // Januari 21, 2007 pada 12:35 am |
xixixixi ……….
habis ini ngluarin gambar apa lgi Mon?
ada berita asyik tuh, koruptor insap
Hedi // Januari 21, 2007 pada 1:44 am |
Keren Mon, cerita maupun gambarnya, lanjut ya
fer1 // Januari 21, 2007 pada 8:49 am |
penyampaian pesan melalui media gambar terkadang lebih bagus dan nyampe ketimbang dngan tulisan…dan lebih lucu..
hiks..hiks…mau dong diajarin bikinnya…jadi pengen
Memeh // Januari 21, 2007 pada 9:46 am |
Coba dlihat dari sudut pandang media, kalau memang sudah tidak ada berita mau diberitakan apa lagi? Dari dulu sampai sekarang, di Indonesia maupun di luar negeri saya pikir begitulah media itu, kalau sudah tidak ada berita baru, keluarga sudah diekspos, begitu pula petugas, tim SAR, ahli dirgantara, pilot, pengatur lalu lintas udara, berita habis, kalau dipaksakan jadi basi… nanti si Kentang ngomel lagi… berita basi di-ulang!
micokelana // Januari 21, 2007 pada 12:10 pm |
Media juga bosen ngedenger info saban ari cuman buntut Adam Air yang gak jelas. Mending cari berita laen (Peggy mo kawin, tapi bukan sama Teuku Zacky
) eh itu mah gossip.
Tapi di beberapa infotaiment juga ngeberitain Adam Air kok.
Kayaknya gak ada yang sanggup deh nemuin Adam Air, percuma USA dan Singapore ngebantu, masa kalah ama nelayan.
Herman Saksono // Januari 21, 2007 pada 2:25 pm |
@Memeh:
Sebenarnya strip ini sekalian mengangkat permasalahan media massa yang pemberitaannya semakin market oriented. Topik yang sudah tidak menarik, liputannya berkurang. Banyak sekali kejadian serius yang sering dilupakan, bukan karena sudah selesai, tapi karena sudah basi. Padahal, media adalah komponen penting demokrasi karena berfungsi untuk mengkontrol pemerintah. Kalau media massa hanya fokus pada permasalahan yang hot, berarti kontrol hanya ada selama tahi ayam masih anget.
Kejadian hilangnya AdamAir, menurut saya, memiliki magnitude yang besar sekali. 112 orang hilang misterius dalam sebuah pesawat, menurut saya kok bukan isu remeh-temeh. Apalagi kejadian ini juga menyinggung sistem Indonesia yang perlu diperbaiki.
Jadi, saya menuntut lebih dari media. Karena kalau tidak diawasi, 112 orang yang hilang ini, hanya jadi catatan lalu saja.
fernandogempar // Januari 21, 2007 pada 6:18 pm |
manteb mas, sering2 ngomik spt diki.or.id, lucu, semangat bacanya.
Ollie // Januari 21, 2007 pada 9:41 pm |
cara bikinnya gimana si?
tito // Januari 21, 2007 pada 10:02 pm |
ayo, mon!! biar rame. TIap sabtu tuh? sudah ada label komik strip-nya tuh, masak cuma posting satu kali.
venus mampir // Januari 21, 2007 pada 10:15 pm |
komiknya lucu. bersih. salam kenal, mon
Herman Saksono // Januari 22, 2007 pada 12:13 am |
luthfi: koruptop insaf? sapa luf?
hedi: terimakasih. semoga kuat
fer1: kapan2 bikin workshop komik mengundang pak terapikomik.
mico: kayaknya emang susah e. Kapan ada formal anouncement dari pemerintah.
fenandogempar: saya jgua salah satu pembaca rutin chickenstip diki.or.id lho ;;)
ollie: bikinnya pake Fireworks. Cari warna, biar nggak bikin repot pake kuler.adobe.com
titO; Anggap saja yang ini diposting hari sabtu.
venus: terima kasih
salam kenal juga.
ndoro kakung // Januari 22, 2007 pada 6:38 am |
wah, bahaya ki. momon diversifikasi, merambah lahan orang lain dengan bikin comic strip …
… apik, apik, terusken daripada itu karya nyang bagus ….
Septian DR // Mei 6, 2007 pada 9:40 pm |
Salam kenal karena kita satu almamater SMA. Komiknya lucu sekali. Lanjutin terus ya?
Semoga sukses!